Tahun 2010, Dunia Kekurangan 46.000 Pelaut

Jurnalnet.com (Jakarta)16/04/2008 – 17:29 WIB: Data Departemen Perhubungan (Dephub) RI menyebutkan, permintaan tenaga pelaut baik perwira atau rating akan terus meningkat. Saat ini, permintaan tenaga pelaut dunia mencapai 1.103 juta orang, masing-masing perwira 190.762 oeang dan rating 913.408 orang.

“Jumlah tersebut akan terus meningkat sesuai dinamika bisnis global yang terus berkembang,” ungak Kepala Badan Diklah Dephub Dedi darmawan kepada pers di Jakarta, Rabu (16/4).

Sementara, kemampuan menyediakan tenaga pelaut profesional dunia masih kurang. Tahun 2000 silam, dunia kekurangan tenaga perwira pelaut sebanyak 16.000 orang atau 4 persen dari kebutuhan dunia. Jumlah tersebut akan terus meningkat menjajdi 46.000 orang perwira tahun 2010 mendatang. ”Jumlah itulah yang harus dijawab oleh dunia pendidikan tenaga pelaut, termasuk STIP di Indonesia,” tegas pejabat dephub itu.

Sesuai Undang-Undang (UU) Pelayaran yang baru, lanjutnya, Dephub berencana akan mencetak sebanyak 400 perwira pelaut unggulan setahun. “Dana sebesar Rp600 miliar itu dilaokasikan untuk membangun fasilitas, pendidikan dosen dan perlengkapan di Pusat Pendidikan dan pelatihan Dephub. Termasuk di dalamnya kerjasama dengan perguruan tinggi,” kata Dedi lagi.

Saat ini, kebutuhan tenaga pelaut dunia sangat tinggi. Terstu saja sesuai sepsifikasi yang dibutuhkan dunia kerja. “Permintaan perwira pelaut dunia mencapai 4.000 orang setahun. Sedang Indonesia berencana untuk mendidik 400 perwira pelaut unggulan buat memenuhi kebutuhan domestik dan dunia,” jelas Dedi mantap.

Terkait dengan pendidikan pelaut ini, papar Dedi, Pemerintah hanya menyediakan dana buat fasilitas pendidikan calon perwira pelaut. Sedangkan biaya pendidikan pelaut akan dibebankan kepada pihak bersangkutan atau perusahaan pelayaran yang membutuhkan. “Biaya mahasiswa itu sebaiknya dibebankan kepada perusahaan pelayaran atau pihak lain yang membutuhkan. Sedang besaran biaya yang dibutuhkan mencapai kisaran 10.000-15.000 Dolar AS per orang,” terang dia.

Lulusan STIP, tukas Dedi, tidak kalah dengan lulusan perguruan tinggi negara lain. Mereka banyak yang direkrut bekerja di kapal-kapal asing dalam perdagangan internasional. Oleh karenanya Pemerintah memberikan prioritas kepada perguruan tinggi ini agar ke depan mampu mencetak bibit unggul, semuanya untuk kepentingan bangsa dan negara.

Dedi Darmawan mengatakan, selain mencetak 400 perwira pelaut setahun pihak regulator sendiri sangat membutuhkan minimal 60 orang perwira pelaut yang akan ditempatkan sebagai Syahbandar, dan kebutuhan direktorat perhubungan laut sejalan dengan UU pelayaran yang baru. “Mereka itu akan direkrut dari murid SMA terbaik melalui seleksi ketat, kemudian disekolahkan selama empat tahun dengan biaya ditanggung pemerintah.”

Sedang 60 orang calom perwira pelaut itu katanya, akan dibiayai pemerintah sampai mendapatkan sertifikat dan kemudian ditempatkan di direktorat perhubungan laut, terutama untuk mendukung pemisahan regulator dan operator pelabuhan sesuai amanat UU pelayaran. Kehadiran perwira pelaut muda ini diharapkan membawa angin segar dalam pembenahan tugas regulator di lapangan. ***(hel)

http://www.jurnalnet.com/konten.php?nama=BeritaUtama&topik=8&id=1647

0 Responses to “Tahun 2010, Dunia Kekurangan 46.000 Pelaut”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Anda adalah pengunjung ke:

  • 16,997 hits
Mei 2009
R K J S M S S
« Agu    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

%d blogger menyukai ini: